Pembangunan Jalan Di Salah Satu Kampung Di Kabupaten Lebak Akan Dilaksanakan Hari Sabtu Besok


  Pembangunan Jalan Di Salah Satu Kampung Di Kabupaten Lebak Akan Dilaksanakan Hari Sabtu Besok

Kabupaten Lebak - Banyak jalan dikabupaten Lebak memang harus di lirik, jalan yang umum di lintasi oleh warga seharusnya tidak seperti yang ada saat ini.

Banyak sekali jalan-jalan umum lalulintas warga yang tak layak di lintasi, namun mau tidak mau mereka harus melewati jalan tersebut karena memang tidak ada pilihan lagi.

Bahkan di desa ciparahu saja hampir seluruh jalan umum tak lagi layak di lintasi oleh kendaraan, jalan yang penuh dengan bebatuan dan bekas-bekas aspal, jalan yang licin ketika hujan dan debu ketika kemarau seharusnya ini tidak terjadi.

Negara kita adalah negara berkembang yang harus selalu berusaha untuk menjadi negara maju, terutama jalan yang sering sekali di lintasi oleh kendaraan yang seharusnya mendapatkan kenyamanan dalam perjalanan.

Kabar baik di salah satu kampung di kabupaten lebak, dimana mulai besok sabtu akan dilaksankan perbaikan jalan.

Tepatnya di Kampung Cekdam, Desa Ciparahu, Kabupaten lebak yang akan segera mendapatkan jalan yang selalu diimpikan oleh warga setempat.

Jalan yang merupakan jalan lintas perkampungan ini sama sekali tidak pernah di aspal maupun dicor, yang dirasakan oleh warga tersebut tentu saja bukan kenyamanan berlalu lintas dijalan itu, namun ketidaknyamanan seperti naik kapal saja.

Impian para warga sekarang telah terkabuli, dan akan segera dilaksanakannya pembangunan jalan itu.

"Dari dulu kami selalu berharap jalan ini akan di aspal ataupun di cor, dan pihak dari desa memang sudah dari tahun lalu merencanakan dan menjanjikan pembangunan jalan, bahkan dulu jalan sempat diukur, namun sama sekali jalan tidak di perbaiki", ujar warga setempat yang di rahasiakan namanya.

Mereka mengatakan memang dulu jalan sempat diukur dan telah dijanjikan untuk di perbaiki, namun perbaikan jalan tak juga di laksanakan, hanya janji yang mereka dapatkan.

"Setelah beberapa tahun kami mendapatkan kabar lagi, kalau katanya jalan akan di cor tahun 2018, dan pada pertengahan tahun jalan sudah mulai di ukur lagi, namun pengukuran tersebut sangat lama, kami takut tidak lagi di perbaiki dan hanya di ukur saja" kata warga itu.

Pengukuran jalan sudah dimulai pada pertengahan tahun ini, namun jalan belum juga di perbaiki, setelah beberapa bulan jalan pengukuran, akhirnya seluruh alat untuk memperbaiki jalan telah di sediakan dan sudah ada di pinggir-pinggir jalan.

"Setelah beberapa bulan, semen, batu, pasir dan alat lainnya sudah disediakan, dari jauh-jauh hari, begitu senangnya hati kami, ternyata lamanya pengukuran tersebut karena adanya perbaikan jalan di kampun lainnya" katanya.

Jadi, sebelum alat-alat di sediakan, ternyata ada pembangunan jalan di kampung lain di desa ciparahu.

"Ya, kami sangat senang sekali dengan adanya pembangunan jalan di kampung kami" ujarnya lagi.

Untuk panjang jalan yang akan di cor adalah 270 meter, dan tidak akan di cor full atau hanya di cor di pinggir kiri dan kanan saja asal muat ban mobil saja, karena anggarananya yang terlalu lecil.

"Anggaran yang kami terima senilai 120 juta rupiah, sehingga kami tidak akan mengecor full jalan ini, dan akan melowongkan tengahnya, kami akan mengecor bagian kiri dan kanan saja, karena kami takut anggaran tersebut tidak cukup untuk membangun jalan sepanjang 270 meter" pernyataannya lagi.

Jalan akan mulai dibangun besok Sabtu (14-07-2018) dan akan di laksanakan atau dikerjakan gotong royong.

"Saat kami kumpulan untuk kompromi pembangunan jalan, kami akan melaksanaknnya mulai hari sabtu dan di kerjakan gotong royong namun satu orang akan kebagian satu hari dalam satu minggu, jadi gotong royong tersebut akan kami jadwal", katanya saat ditanya team.

"Kemudian pembangungan ini di batas 10 hari, mau tidak mau dalam jangka 10 hari jalan harus selesai", ujarnya.

Jadi, tidak semua warga mengerjakan dalam sehari, akan tetapi akan di bentuk jadawal, misalkn si A kebagian hari ini sama si B dan yang lainnya, lalu si C kebagian hari berikutnya dengan yang laiinya dan seterusnya sampai jalan selesai.

"Ada imbalan yang akan kami dapatkan katanya, bersistem borongan, dalam satu meter akan di imbal sebesar 25 ribu seluruhnya, jadi kami harus mengerjakan hingga beberapa meter agar kebagian inbalannya" jawabnya.

Namun, untuk hari pertama pembangunan jalan tidak di jadwal, saat pertama kali di laksanakan seluruh warganya kan bekerja.

"Kami akan menjadwal gotong royong itu, namun saat pertama kali di laksanakan di hari sabtu nanti, kami semua akan menegerjakannya, kemdian hari selanjutnya baru akan kami jadwal" ujarnya lagi warga kampung cekdam yang disamarkan namanya. (noer)


IKLAN ANDA DISINI
Tag Terkait